Jumat, 07 April 2017

BERBAGAI JENIS POHON CEMARA DI INDONESIA

Berbagai Jenis Pohon Cemara di Indonesia

Berbagai Jenis Pohon Cemara di Indonesia |  Pohon cemara adalah pohon yang bisa ditemukan di mana saja, dari daerah panas, gurun, dataran tinggi, rendah, hingga daerah bersalju sekalipun. Pohon ini mempunyai berbagai manfaat seperti sebagai tanaman peneduh di halaman rumah, kantor, perindang jalan. Pohon cemara juga berfungsi sebagai tanaman yang mencegah erosi di perbukitan atau tepi sungai, sehingga tidak terjadi banjir atau tanah longsor. Kegunaan lain adalah tanaman cemara dapat dijadikan bonsai sehingga menjadi hiasan yang sangat indah. Berikut ini akan dibahas dibahas berbagai jenis pohon cemara yang bisa tumbuh di daerah Indonesia.

Cemara Kipas

Berbagai Jenis Pohon Cemara di Indonesia Cemara Kipas
Pohon Cemara Kipas yang mempunya nama latin Thuja Occidentalis ini adalah jenis pohon cemara dari keluarga Cupressaceae dengan genus Thuja yang dikenal dengan nama Whitecedar. Di Indonesia dikenal dengan nama Cemara Kipas, meskipun ada juga yang menyebut tanaman cemara ini dengan tanaman cakar ayam.
Cemara Kipas lebih menyukai kondisi lingkungan yang lembap. Ia tumbuh secara alami di hutan basah terutama di rawa-rawa dengan ketinggian 10–20 meter. Cabang daunnya mengerucut ke samping, bersisik, dan membentuk kipas. Hewan rusa sangat menyukai tekstur daunnya yang lembut.
Kayunya secara komersial digunakan untuk membuat pagar, tiang, atau untuk membuat perahu.
Cemara Kipas kemudian dibudidayakan sebagai tanaman hias pertama kali di Eropa, terutama sebagai tanaman pengisi taman.

Cemara Pensil

Berbagai Jenis Pohon Cemara di Indonesia Cemara Pensil
Cemara Pensil atau dikenal dengan nama latin Cupressus Sempervirens dan dikenal juga dengan nama Cypress Mediterania dan Cypress Tuscan adalah tanaman cemara wilayah mediterania, selain itu juga dikenal dengan sebutan “drama tree” karena pohonnya bisa membungkuk jika terkena angin walaupun hanya pelan atau sepoi-sepoi. Pohon cemara ini mempunyai daun yang rimbun dan padat dengan warna hijau tua. Kayunya kuat dan berbau wangi. Di Eropa dan Florida pohon ini ditanam sebagai tanaman hias. Cemara ini bisa beradaptasi dengan kondisi kering, tetapi lebih cocok di daerah yang lembab dan dingin.
 

Cemara Norfolk

Cemara Norfolk berasal dari Pulau Norfolk, pulau kecil di Samudera Pasifik, pada tahun 1774. Cemara Norfolk mempunyai nama latin Araucaria Heterophylla dan sering disebut cemara ‘bintang pinus’. Pohonnya memiliki ciri khas banyak cabang yang simetris berbentuk menyerupai jarum tumpul dan berbentuk garis segitiga hingga ke atas.
Setelah perumbuhannya meninggi Cemara Norfolk menjadi tidak simetris, dan cabang-cabang di bagian bawahnya akan menjadi cokelat dan gugur.
Tanaman ini dapat diperbanyak dengan cara vegetatif yaitu dengan mencangkok batangnya yang masih muda.
Berbagai Jenis Pohon Cemara di Indonesia Cemara Norfolk
Jenis tanaman cemara ini sangat subur jika tumbuh di daerah iklim dingin dan dengan kelembaban tinggi serta mencapat sinar matahari langsung sepanjang hari. Cemara Norfolk dapat menghasilkan resin yang berguna untuk bahan pembuat produk kosmetika. Kayunya jika sudah tua juga berguna sebagai kayu bakar dan bahan bangunan. 
Pohon cemara ini termasuk jenis tanaman pohon berukuran besar, tingginya dapat mencapai 60 meter. Saat tanaman masih muda, susunan cabang-cabang yang bertingkat dan ranting-ranting teratur rapi. Cabang-cabang dan ranting-ranting menyerupai daun, berbentuk seperti jarum-jarum yang tumpul.
 

Cemara Udang

Berbagai Jenis Pohon Cemara di Indonesia Cemara Udang
Cemara Udang dengan nama latin Casuarina equisetifolia linn adalah tanaman asli Indonesia, memiliki daun dengan ujung lancip seperti jarum, batangnya besar, kulitnya hitam kasar. Tanaman ini walaupun memiliki postur ukuran besar tetapi sering dibuat sekecil mungkin sebagai bonsai dan diletakkan di pot maupun taman. Bentuknya bisa dibentuk artistik karena batangnya bisa melengkung-lengkung seperti udang. Tanaman cemara ini dapat dikembangbiakkan secara vegetatif yaitu dengan cangkok. Tanaman ini banyak ditemukan di Pantai Lombang, Sumenep, Madura dan Jawa Timur.
 

Cemara Pua Pua

Berbagai Jenis Pohon Cemara di Indonesia Cemara Pua Pua
Cemara Pua Pua adalah pohon yang memiliki daun bagus. Daunnya berbentuk seperti tanduk rusa dan memiliki warna hijau tua. Tanaman ini sering dipakai untuk hiasan halaman rumah, karena mudah perawatannya. Jika mendapatkan cukup air maka daun cemara ini tidak mudah rontok.
 

Cemara Angin

Berbagai Jenis Pohon Cemara di Indonesia Cemara Angin
Cemara Angin dengan nama latin Casuarina Junghuhniana atau Casuarina Equisetifolia merupakan tanaman yang bisa hidup di semua daerah di Indonesia. Tanaman ini membutuhkan matahari penuh seharian dan perlu disiram agar subur. Pohon cemara angin ini bisa mencapai tinggi 5 meter lebih, daunnua tipis dan lembut, mudah bergoyang jika tertiup angin. Tanaman ini dahulu populer sebagai penghias gedung-gedung besar seperti gedung universitas dan gedung pemerintahan.

Cemara Buaya

Tanaman cemara yang memiliki nama latin Juniperus horizontalis pertumbuhan batangnya cenderung menyamping bukan keatas, termasuk tanaman semak merambat. Cemara ini sangat diminati para hobiis untuk dijadikan bonsai, karena pertumbuhannya menyamping dan bisa asimetris, banyak ditemui di tebing atau  jurang. Sebenarnya tanaman ini cabangnya bisa banyak dan daunnya bisa sangat lebat, tingginya hanya 10 hingga 30 cm tetapi bisa menyebar ke arah horizontal sampai beberapa meter lebarnya. Berasal dari Amerika Utara, Kanada dan Alaska, tanaman ini memiliki batang bercabang banyak, dan daunnya sangat lebattanaman cemara yang memiliki batang bercabang banyak, dan daunnya sangat lebat
Berbagai Jenis Pohon Cemara di Indonesia Cemara Buaya
 Tanaman cemara ini biasa ditempatkan di pot dan dijadikan bonsai, tetapi tetap membutuhkan sinar matahari penuh, sehingga cocok diletakkan sebagai penghias halaman di dalam pot. Jika dibuat bonsai bentuknya bisa sangat eksotis seperti pohon berusia ribuan tahun.
 

Cemara Lilin (Pohon Cemara Pecut)

Berbagai Jenis Pohon Cemara di Indonesia Cemara Lilin
Cemara Lilin atau biasa disebut cemara pecut, karena bentuknya di ujung atas mengerucut seperti bentuk pecut (cambuk). Daunnya menggerombol, tanaman ini tingginya bisa mencapai 10 hingga 15 meter. Membutuhkan sinar matahari yang cukup dan air yang cukup. Cemara ini cocok untuk menghias pinggir jalan atau jalan setapak menuju bangunan.
 

Cemara Embun

Berbagai Jenis Pohon Cemara di Indonesia Cemara Embun
Tanaman ini dinamakan cemara embun karena daunnya seperti berembun, berwarna hijau muda keputih-putihan seakan-akan selalu bawah oleh embun. Tanaman cemara ini berpostur relatif kecil dan bisa ditanam di dalam pot untuk memperindah halaman rumah.
 

Cemara Renthes

Cemara Renthes adalah tanaman cemara yang daunnya lebat, bentuknya menghadap ke atas. Pohon Cemara Renthes mempunyai daun yang runcing dan tumbuh acak kurang teratur.
Berbagai Jenis Pohon Cemara di Indonesia Cemara Renthes

Cemara Chinese Golden Tree

Berbagai Jenis Pohon Cemara di Indonesia Cemara Chinese Golden Tree
 Cemara ini mempunyai daun dengan warna kuning menyala, itulah kenapa disebut dengan nama Chinese Golden Tree, atau Cemara Emas dari China. Tanaman ini mempunyai daun yang unik karena daunnya berwarna kuning maka tidak kelihatan perbedaan antara daun yang sudah menguning dan daun yang masih sehat. Cocok untuk ditanam di halaman rumah.

Cemara laut

Berbagai Jenis Pohon Cemara di Indonesia Cemara Laut
 Cemara laut yang memiliki nama latin Casuarina equisetifolia adalah tanaman cemara yang sering ditemui di pantai atau pesisir laut. Sebutan lain dari tumbuhan adalah Australian pine dan beach she-oak. Cemara laut memiliki percabangan halus dan cabang berwarna coklat keabu-abuan. Batang yang masih muda mempunyai tekstur halus, jika sudah tua teksturnya menjadi kasar, tebal, dan mempunyai alur. Pohon ini mempunyai batang kurus sehingga tahan terhadap terpaan angin laut, daun cemara ini berbentuk seperti lidi beruas-ruas berjumlah tujuh atau delapan setiap ruas. Daun tanaman cemara laut mudah rontok, tumbuh merunduk, bentuknya seperti jarum dengan warna hijau keabu-abuan.

MENGENAL POHON PINUS

Mengenal Pohon Pinus dan Manfaatnya

Pinus merkusii merupakan satu-satunya jenis pinus yang tumbuh asli di Indonesia.  P. merkusii
termasuk dalam jenis pohon serba guna yang terus-menerus dikembangkan dan diperluas penanamannya pada masa mendatang untuk penghasil kayu, produksi getah, dan konservasi lahan. Hampir semua bagian pohonnya dapat dimanfaatkan, antara lain bagian batangnya dapat disadap untuk diambil getahnya. Getah tersebut diproses lebih lanjut menjadi gondorukem dan terpentin. Gondorukem dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat sabun, resin dan cat. Terpentin digunakan untuk bahan industry parfum, obat-obatan, dan desinfektan. Hasil kayunya bermanfaat untuk konstruksi, korek api, pulp, dan kertas serat panjang. Bagian kulitnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan abunya digunakan untuk bahan campuran pupuk, karena mengandung kalium
Manfaat
P. merkusii Jungh et De Vriese atau sering disebut tusam merupakan salah satu jenis pohon industri yang mempunyai nilai produksi tinggi dan merupakan salah satu prioritas jenis untuk reboisasi terutama di luar pulau Jawa. Di pulau Jawa, pinus atau tusam dikenal sebagai penghasil kayu, resin dan gondorukem yang dapat diolah lebih lanjut sehingga mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi seperti produksi α pinen.

Kelemahan dari P. merkusii adalah peka terhadap kebakaran, karena menghasilkan serasah daun yang tidak mudah membusuk secara alami. Kebakaran hutan umumnya terjadi pada saat musim kemarau, karena saat itu kandungan air, baik pada ranting-ranting dan serasah di lantai hutan maupun pada pohon menjadi berkurang sehingga kemungkinan untuk mengalami kebakaran menjadi lebih besar. Selain itu, produksi serasah pinus termasuk tinggi, yaitu sebesar 12,56-16,65 ton/hektar.
 
Menurut Harahap dan Izudin (2002) kegunaan P. merkusii untuk bangunan perumahan, lantai, mebel, kotak, korek api, pulp, tiang listrik, papan wol kayu, resin, gondorukem, dan kayu lapis
Selain itu, kegunaan pinus sangat banyak, antara lain kayunya dapat digunakan untuk triplek, venir, pulp, sutra tiruan, dan bahan pelarut. Getahnya dapat dijadikan gondorukem, sabun, perekat, cat dan kosmetik. Daur panen untuk kebutuhan pulp 12 tahun dan non pulp 20 tahun.

P. merkusii umumnya ditanam untuk produksi kayu pertukangan, disamping itu pohonnya juga disadap untuk menghasilkan terpentin dan gondorukem. Peningkatan kelurusan batang dan volume masih merupakan sifat-sifat penting yang perlu dimuliakan. Nilai heritabilitas bentuk batang umumnya moderat, demikian pula untuk diameter.

Korelasi genetik antara bentuk batang dan diameter bervariasi dari rendah positif ke moderat negatif. Korelasi genetik antara tinggi dan diameter umumnya moderat sampai tinggi positif

BOTANI PINUS
Tata Nama
Pinus merkusii Jungh et de Vriese termasuk suku Pinaceae, sinonim dengan P. sylvestri
auct. Non. L, P. sumatrana Jung, P. finlaysoniana Blume, P. latteri Mason, P. merkusii
var. tonkinensis, P. merkusiana Cooling & Gaussen.

Nama daerah : Damar Batu, Huyam, Kayu Sala, Sugi, Tusam (Sumatera), Pinus (Jawa), Sral (Kamboja), Thong Mu (Vietnam), Tingyu (Burma), Tapusan (Filipina), Indochina Pine, Sumatra Pine, Merkus Pine (Amerika Serikat, Inggris) dan lain-lain (Harahap dan Izudin, 2002).

Deskripsi
P. merkusii Jungh et de Vriese pertama sekali ditemukan dengan nama tusam di daerah Sipirok, Tapanuli Selatan oleh seorang ahli botani dari Jerman - Dr. F. R. Junghuhn - pada tahun 1841. Jenis ini tergolong jenis cepat tumbuh dan tidak membutuhkan persyaratan khusus. Keistimewaan jenis ini antara lain merupakan satu-satunya jenis pinus yang menyebar secara alami ke selatan khatulistiwa sampai melewati 20 LS .

Tinggi
P. merkusii Jung. & De Vr. dapat mencapai 20-40 m. Daunnya dalam berkas dua dan berkas jarum (sebetulnya adalah tunas yang sangat pendek yang tidak pernah tumbuh) pada pangkalnya dikelilingi oleh suatu sarung dari sisik yang berupa selaput tipis panjangnya sekitar 0,5 cm. Bunga jantan panjangnya sekitar 2 cm, pada pangkal tunas yang muda, tertumpuk berbentuk bulir. Bunga betina terkumpul dalam jumlah kecil pada ujung tunas yang muda, selindris, dan sedikit berbangun telur,
kerapkali bengkok. Sisik kerucut buah dengan perisai ujung berbentuk jajaran genjang,
akhirnya merenggang; kerucut buah panjangnya 7-10 cm. Biji pipih berbentuk bulat telur,
panjang 6-7 mm, pada tepi luar dengan sayap besar, mudah lepas (Steenis, 2003).

Tinggi P. merkusii dapat mencapai 20-40 m dengan diameter 100 cm dan batang bebas cabang 2-23 m. Pinus tidak berbanir, kulit luar kasar berwarna coklat kelabu sampai coklat tua, tidak mengelupas dan beralur lebar serta dalam. Kayu pinus berwarna coklat-kuning muda, berat jenis rata-rata 0,55 dan termasuk kelas kuat III serta kelas awet IV.

Pohon pinus berbunga dan berbuah sepanjang tahun, terutama pada bulan Juli- November. Biji yang baik warna kulitnya kering kecoklatan, bentuk bijinya bulat, padat, dan tidak berkerut. Jumlah biji kering 57.900 butir per kg atau 31.000 butir/l.  
Serasah pinus akan terdekomposisi secara alami dalam waktu 8-9 tahun.  Serasah pinus merupakan serasah daun jarum yang mempunyai kandungan lignin dan ekstraktif tinggi serta bersifat asam, sehingga sulit untuk dirombak oleh mikroorganisme

Syarat Tumbuh
P. merkusii dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur, tanah berpasir, tanah berbatu dengan curah hujan tipe A-C pada ketinggian 200-1.700 mdpl. Di hutan alam masih banyak ditemukan pohon besar berukuran tinggi 70 m dengan diameter 170 cm.
P. merkusii
termasuk famili Pinaceae, tumbuh secara alami di Aceh, Sumatera Utara, dan Gunung Kerinci. P. merkusii mempunyai sifat pioner yaitu dapat tumbuh baik pada tanah yang kurang subur seperti padang alang-alang. Di Indonesia, P. merkusii dapat tumbuh pada ketinggian antara 200-2.000 mdpl. Pertumbuhan optimal dicapai pada ketinggian antara 400-1.500 mdpl (Khaerudin, 1999).

Penyebaran
P. merkusii tersebar di Asia Tenggara antara lain Burma, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Filipina.

P. merkusii atau tusam merupakan satu-satunya jenis pinus asli Indonesia. Di daerah Sumatera, tegakan pinus alam dapat dibagi ke dalam tiga strain , yaitu :
1. Strain Aceh, penyebarannya dari pegunungan Selawah Agam sampai sekitar Taman Nasional Gunung Leuser. Dari sini menyebar ke selatan mengikuti pegunungan Bukit Barisan lebih kurang 300 km melalui Danau Laut Tawar, Uwak, Blangkejeren sampai ke Kotacane. Di daerah ini tegakan pinus pada umumnya terdapat pada ketinggian 800 – 2000 mdpl.

2. Strain Tapanuli, menyebar di daerah Tapanuli ke selatan Danau Toba. Tegakan pinus alami yang umum terdapat di pegunungan Dolok Tusam dan Dolok Pardomuan. Di pegunungan Dolok Saut, pinus bercampur dengan jenis daun lebar. Di daerah ini tegakan pinus terdapat pada ketinggian 1000 – 1500 mdpl

3. Strain Kerinci, menyebar di sekitar pegunungan Kerinci. Tegakan pinus alami yang luas terdapat antar Bukit Tapan dan Sungai Penuh. Di daerah ini tegakan pinus tumbuh secara alami umumnya pada ketinggian 1500 – 2000 mdpl

Menurut catatan, P. merkusii yang ditanam di Indonesia benihnya berasal dari Aceh atau asal mulanya dari Blangkejeren, sedangkan asal Tapanuli dan Kerinci belum dikembangkan. Pernah dicoba menanam P. merkusii asal Tapanuli di Aek Nauli, tetapi karena serangan Milionia basalis
akhirnya tidak dilanjutkan pengembangannya. Padahal menurut pengamatan dengan mata telanjang banyak kelebihan atau perbedaan baik sifat maupun pertumbuhan pohon dari ketiga populasi tersebut. Tampaknya bentuk pohon yang ada di Aceh lebih bengkok-bengkok bila dibandingkan dengan yang ada di Tapanuli dan Kerinci.

Kadar terpentin berbeda seperti dalam hal kandungan monoterpenenya. Kadar delta-3-carene lebih tinggi dari alpha pinene yang berlawanan dengan keterangan dalam pustaka selama ini, kecuali untuk Tapanuli. Seandainya diperoleh kadar delta-3-carene yang tinggi di Tapanuli maka akan tampak adanya variasi klinal menurut garis lintang dari utara ke selatan. Kadar limonene terdapat lebih tinggi di Tapanuli, demikian pula untuk alpha pinene. Dengan demikian variasi ekotipik lebih jelas terdapat pada P. merkusii  bahwa komposisi asam gondorukem pada ketiga populasi yang ditelitinya (Aceh, Tapanuli dan Kerinci) tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dan lain halnya dengan komposisi terpentinnya.

Kandungan alpha pinene dan delta-3-carene sangat tinggi pada ketiga populasi. Pengetahuan variasi geografis sangat penting dalam rangka pemuliaan suatu jenispohon. Zobel dan Talbert (1984) mengemukakan bahwa program pemuliaan pohon hampir sebanyak 30 persen gagal karena tidak memperhatikan adanya variasi geografis.

Contohnya adalah introduksi Pinus oocarpa yang mulanya gagal di Amerika Selatan tidak lain disebabkan oleh karena asal benih yang dipakai dalam pengujian memang tidak akan tumbuh optimal di Amerika Selatan. Setelah dicoba jenis yang sama dengan benih dari lokasi yang lain ternyata jenis tersebut dapat tumbuh optimal.    
Gondorukem (resina colophonium) adalah olahan dari getah hasil sadapan pada batang tusam (Pinus). Gondorukem merupakan hasil pembersihan terhadap residu proses destilasi (penyulingan) uap terhadap getah tusam. Hasil destilasinya sendiri menjadi terpentin. Di Indonesia gondorukem dan terpentin diambil dari batang tusam Sumatera (Pinus merkusii). Di luar negeri sumbernya adalah P. palustris, P. pinaster, P. ponderosa, dan P. roxburghii.
Gondorukem diperdagangkan dalam bentuk keping-keping padat berwarna kuning keemasan.
Kandungannya sebagian besar adalah asam-asam diterpena, terutama asam abietat, asam isopimarat, asam laevoabietat, dan asam pimarat.
Penggunaannya antara lain sebagai bahan pelunak plester serta campuran perban gigi, sebagai campuran perona mata (eyeshadow) dan penguat bulu mata, sebagai bahan perekat warna pada industri percetakan (tinta) dan cat (lak)
Penyadapan Getah Pinus  

Di Indonesia, komoditi ekspor ini dihasilkan oleh Perum Perhutani, terutama dari penanaman tusam di hutan pegunungan Jawa.   
 
Gondorukem
Gondorukem adalah getah dari pohon Pinus (Pinus merkusii) yang kemudian diolah menjadi gondorukem.  Gondorukem diperdagangkan dalam bentuk keping-keping padat berwarna kuning keemasan. Kandungannya sebagian besar adalah asam-asam diterpena, terutama asam abietat, asam isopimarat, asam laevoabietat, dan asam pimarat. Penggunaannya antara lain sebagai bahan pelunak plester serta campuran perban gigi, sebagai campuran perona mata (eyeshadow) dan penguat bulu mata, sebagai bahan perekat warna pada industri percetakan (tinta) dan cat (lak)
Terpentin     
Gondorukem
Terpentin adalah getah dari pohon Pinus (Pinus merkusii) yang kemudian diolah menjadi terpentin. Kegunaan terpentin adalah untuk bahan baku industri kosmetik, minyak cat, campuran bahan pelarut, antiseptik, kamfer dan farmasi.
1.    2. Proses Pengolahan Getah Pinus
Dalam proses pengolahan Getah Pinus di Pabrik Gondorukem & Terpentin (PGT) Perum Perhutani, bahan baku  industri berupa Getah Pinus (Pinus Merkusii) diproses melalui beberapa tahapan :
1) Penerimaan & Pengujian Bahan Baku
2) Pengenceran
3) Pencucian & Penyaringan
4) Pemanasan/pemasakan
5) Pengujian& Pengemasan
Gondorukem dan Terpentin merupakan hasil distilasi/penyulingan dari getah Pinus. Gondorukem berupa padatan berwarna kuning jernih sampai kuning tua. Sedangkan Terpentin berbentuk cair berwarna jernih serta merupakan pelarut yang kuat.
 
Proses pengolahan getah menjadi gondorukem pada umumnya meliputi 2 tahapan :
-   Pemurnian getah dari kotoran-kotaran
-   Pemisahan terpentin dari gondorukem dengan cara distilasi/penguapan.
 
Proses pemurnian getah.
-  pengenceran getah dengan terpentin
-  pengambilan/penyaringan kotoran kasar
- pencucian & pemisahan kotoran halus dengan penyaringan maupun pengendapan.
 
Proses pemisahan gondorukem dari terpentinnya.
-   dilakukan dengan pemanasan langsung
-  dilakukan dengan pemanasan tidak langsung. (menggunakan uap)
 
 

FLORA KHAS INDONESIA BARAT,TENGAH DAN TIMUR

FLORA KHAS INDONESIA BARAT, TENGAH, DAN TIMUR


Hasil gambar untuk FLORA INDONESIA FLORA KHAS INDONESIA BARAT

Ciri-ciri flora Indonesia Barat:
  • Sedikit jenis tumbuhan matoa
  • Terdapat berbagai jenis tumbuhan yang sejenis dengan nangka
  • Tidak ada hutan kayu putih atau eucalyptus
  • Tidak ada tumbuhan jenis sagu
  • Terdapat berbagai jenis rotan
  • Sangat banyak tumbuhan jenis meranti-merantian
  • Sangat banyak tumbuhan jenis bambu
Contoh flora khas Indonesia Barat dan kegunaannya

  1. kayu jati(Jawa): furniture
  2. anggrek (Sumatra, Jawa dan Kalimantan): keindahan
  3. kayu manis (Sumatra): rempah-rempah no.2
  4. rotan (Sumatra, Jawa dan Kalimantan): bahan kerajinan tangan
  5. kayu mahoni (Jawa): furniture
  6. rafflesia arnoldi (Sumatra): keindahan
  7. bunga bangkai (Sumatra dan Jawa): keindahan
  8. kayu kapur (Sumatra dan Kalimantan): bahan bangunan
  9. kayu gaharu (Kalimantan): bahan parfum no.1
  10. kayu kamper (Kalimantan): bahan bangunan
  11. kayu ulin (Kalimantan): bahan bangunan no.1
  12. kayu kruing (Sumatra, Jawa dan Kalimantan): bahan bangunan
  13. kayu meranti (Sumatra dan Kalimantan): bahan bangunan
  14. kayu sungkai (Sumatra, Jawa dan Kalimantan): bahan bangunan
  15. ....

FLORA KHAS INDONESIA TENGAH (PERALIHAN)


Hasil gambar untuk flora indonesia bagian tengah
Contoh flora khas Indonesia Tengah (Peralihan) dan kegunaannya
  1. kayu cendana (Nusa Tenggara): parfum
  2. kayu putih (Nusa Tenggara): obat herbal
  3. semak belukar (Nusa Tenggara): peternakan
  4. kayu hitam/eboni (Sulawesi): furniture no.1
  5. lotan/siwalan (Sulawesi dan Nusa Tenggara): bahan kerajinan tangan
  6. ....

FLORA KHAS INDONESIA TIMUR


Ciri-ciri flora Indonesia Barat:
  • Banyak jenis tumbuhan matoa (Pometia Pinnata)
  • Sedikit jenis tumbuhan yang sejenis dengan nangka (Arcotapus ssp)
  • Terdapat hutan kayu putih atau eucalyptus
  • Banyak tumbuhan jenis sagu
  • Sedikit jenis rotan
  • Sedikit tumbuhan jenis meranti-merantian
Contoh flora khas Indonesia Timur dan kegunaannya

  1. sagu (Papua): bahan makanan
  2. matoa (Papua): buah-buahan
  3. buah merah (Papua): obat herbal
  4. kayu besi (Maluku dan Papua): bahan bangunan
  5. ....

10 TUMBUHAN LANGKA DI INDONESIA

10 tumbuhan langka di Indonesia


  Kekayaan Indonesia tidak perlu diraguan lagi. Baik dari flora dan fauna, Indonesia sangat kaya akan hal itu. Namun, seiring bertambahnya waktu keberadaan atau jumlah dari hewan atau tumbuhan yang ada di Indonesia semakin berkurang dan sedikit. Tentu jika berlangsung terus-menerus, bukan tidak mungkin suatu jenis flora atau fauna mengalami kepunahan. Di bawah ini sudah saya taruh suatu wacana yakni 10 tumbuhan langka di Indonesia yang semoga bermanfaat.

1. Raflesia Arnoldi


Bunga Rafflesia hidup di Taman Nasional Bengkulu, mempunyai ukuran dengan diameter bunga yang hampir mencapai 1 meter. Bunga ini terkenal dengan sebutan bunga bangkai karena mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Bau busuk yang dikeluarkan oleh bunga digunakan untuk menarik lalat yang hinggap dan membantu penyerbukan. Raflesia Arnoldi merupakan tumbuhan parasit yang memerlukan inang untuk hidupnya. Saat ini kondisi habitat Raflesia Arnoldi sangat memprihatinkan sehingga jumlahnya menurun drastis dari tahun ke tahun. Menyusutnya habitat bunga tersebut di antaranya disebabkan kegiatan manusia seperti pembukaan wilayah hutan baik untuk kegiatan pertambangan, pertanian, maupun permukiman.

2. Bunga Bangkai Raksasa


Bunga bangkai raksasa atau suweg raksasa atau batang krebuit (nama lokal untuk fase vegetatif), Amorphophallus titanum Becc., merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik dari Sumatra, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia. Nama bunga ini berasal dari bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai yang membusuk, yang dimaksudkan sebenarnya untuk mengundang kumbang dan lalat untuk menyerbuki bunganya.

3. Kantong Semar


Kantong semar merupakan jenis tanaman langka karnivora. Sewaktu daun masih muda, kantong pemangsa pada Nepenthes tertutup. Lantas, membuka ketika sudah dewasa. Namun bukan berarti kantung flora karnivora ini menutup sewaktu masih muda saja. Ia menutup diri ketika sedang mengganyang mangsa. Tujuannya supaya proses pencernaan berjalan lancar dan tidak diganggu kawanan musuh yang siap merebut makanan yang sudah ia peroleh.

4. Damar


Tanaman langka ini berasal dari papua. Damar adalah salah satu jenis pohon potensial yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Tanaman langka ini tingginya bisa mencapai 60 m dan dimeternya 2 m.

5. Cendana


Cendana atau cendana wangi, merupakan tanaman langka penghasil kayu cendana dan minyak cendana. Kayunya digunakan sebagai rempah-rempah, bahan dupa, aroma terapi, campuran parfum, serta sangkur keris (warangka). Cendana adalah tumbuhan parasit pada awal kehidupannya. Kecambahnya memerlukan pohon inang untuk mendukung pertumbuhannya, karena perakarannya sendiri tidak sanggup mendukung kehidupannya. Karena prasyarat inilah cendana sukar dikembangbiakkan atau dibudidayakan. Kayu cendana wangi (Santalum album) kini sangat langka dan harganya sangat mahal. Kayu cendana dianggap sebagai obat alternatif untuk membawa orang lebih dekat kepada Tuhan. Minyak dasar kayu cendana, yang sangat mahal dalam bentuknya yang murni, digunakan terutama untuk penyembuhan cara Ayurveda, dan untuk menghilangkan rasa cemas.

6. Bulian


Diameter batang mencapai 95 cm dengan tinggi pohon sampai dengan 36 m. Tumbuh pada ketinggian 600 m di atas permukaan laut. Biasanya tumbuh di daerah lereng perbukitan dengan tanah berpasir. Biasanya dipakai untuk konstruksi berat karena sifatnya yang kuat dan tahan lama. Tersebar di Kalimantan, Maluku, Sumatera dan Malaysia.

7. Anggrek Tebu


Anggrek tebu merupakan anggrek terbesar, paling besar dan paling berat diantara jenis-jenis anggrek lainnya. Dalam satu rumpun dewasa, anggrek tebu dapat mencapai berat lebih dari 1 ton dan mempunyai panjang malai hingga 3 meter dengan diameter malai sekitar 1,5-2 cm. Itulah sebabnya jenis tanaman langka ini layak menyandang predikat sebagai anggrek terbesar dan terberat atau anggrek raksasa.

8. Jelutung


Jelutung atau jelutong (Dyera costulata, syn. D. laxiflora) adalah spesies pohon dari subfamilia oleander. Pohon ini dapat tumbuh hingga 60 meter dengan diameter sebesar 2 meter. Pohon ini tumbuh di semenanjung Malaysia, Kalimantan, Sumatra dan bagian selatan Thailand.

9. Bayur


Tanaman langka indonesia ini memiliki nama daerah balang, wadang, walang,dan wayu. Bayur adalah jenis tanaman langka yang memiliki kualitas kayu bagus.

10. Tengkawang


Tengkawang adalah nama buah dan pohon dari genus Shorea yang buahnya menghasilkan minyak nabati. Pohon Tengkawang hanya terdapat di pulau Kalimantan dan sebagian kecil Sumatra. Dalam bahasa Inggris, jenis tanaman langka ini dikenal sebagai Illepe Nut atau Borneo Tallow Nut. Pohon yang terdiri atas belasan spesies (13 diantaranya dilindungi dari kepunahan) ini menjadi maskot (flora identitas) provinsi Kalimantan Barat.

TANAMAN KHAS DI TIAP DAERAH INDONESIA

Tanaman Khas di Tiap Daerah  Indonesia

Tanaman Khas di Indonesia

Sampai saat ini, Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) serta tiga cabangnya (Kebun Raya Cibodas,Purwodadi, dan Bedugul Bali) baru mengoleksi 20 % total jenis tumbuhan yang ada di Indonesia. Koleksi anggrek kurang dari 5 % yang ada di Kawasan Timur Indonesia. Untuk jenis durian saja, Indonesia memiliki puluhan jenis, talas ada 700-an jenis, yang semuanya sangat potensial untuk dikembangkan. Menurut data base yang ada, terdapat 2 juta spesies tumbuhan di dunia dan 60%nya ada di Indonesia. Pemerintah kini terus berupaya untuk menyelamatkan berbagai kekayaan Sumbar Daya Alam berupa tumbuhan langka yang bermanfaat bagi manusia melalui usaha memperbanyak kebun raya, taman nasional, cagar alam dan daerah-daerah konservasi di seluruh Indonesia.
(Sumber: Pusat Konservasi Tumbuhan-Kebun Raya Bogor, 2003)
Tidak bisa dibayangkan banyaknya jenis tumbuh-tumbuhan atau flora di dunia ini. Sampai saat inipun banyak kalangan ilmuwan yang berpendapat bahwa belum semua jenis flora yang ada di bumi telah dikenali. Seperti halnya hewan, jenis-jenis flora sangat ditentukan oleh lingkungan spesifiknya yang disebut juga sebagai habitat. Dengan bantuan manusia, beberapa diantara tumbuh-tumbuhan ini tersebar luas ke berbagai belahan bumi, sehingga ada jenis yang bisa ditemui di banyak negara, dan adapula yang hanya dapat ditemui di habitat asalnya.
Kerusakan lingkungan yang terjadi telah menghancurkan banyak habitat-habitat tumbuhan yang menyebabkan punahnya jenis-jenis tumbuhan tertentu, sehingga turut mempengaruhi kehidupan hewan dan penduduk yang tinggal diatasnya.
Berikut ini merupakan sebagian dari tanaman khas yang terdapat di propinsi-propinsi di Indonesia :
No Propinsi Jenis tanaman
1 Nanggroe Aceh Darussalam Cempaka Kuning (Michelia champaca)
2 Sumatera Utara Aghatis (Agathis borneensis)
3 Sumatera Barat Kayu Manis (Cinnamomum burmani)
4 Riau Sapu Tangan (Manilca schefferi)
5 Jambi Pinang Merah (Areca catechu)
6 Jawa Timur Nyamplung (Calophylum inophyllum)
7 Bangka Belitung Puspa (Schima wallichii)
8 Bengkulu Waru (Hibiscus tiliaceus)
9 Sumatera Selatan Duku (Lansium domesticum)
10 Lampung Pulai (Alstonia scholaris)
11 Banten Melinjo (Gnetum gnemon)
12 DKI Jakarta Menteng (Baccaurea racemosa)
13 Jawa Barat Sempur (Dillenia aurea)
14 Jawa Tengah Kepel (Stelechocarpus burahol)
15 D.I. Yogyakarta Mundu (Garcia dulcis)
16 Bali
  • Keben (Baringtonia asiatica)
  • Palawija (Kepsia singa porensis)
  • Majegau (Disoxyllum densiplorium)
17 Nusa Tenggara Barat Gaharu (Aquilaria malaccensis)
18 Nusa Tenggara Timur Ketapang (Terminalia catappa)
19 Kalimantan Timur Meranti (Shorea sp)
20 Kalimantan Selatan Saga (Adenanthera pavonina)
21 Kalimantan Tengah
  • Rambutan Hutan (Nephelium sp)
  • Tengering (Nephelium sp)
  • Tengkawang (Shorea pinanga)
  • Ulin (Eusideroxylob zwageri)
22 Kalimantan Barat Sawo Kecik (Manilkara kauki)
23 Sulawesi Utara Cengkeh (Eugenia aromatica)
24 Sulawesi Tengah Eboni (Diospyros celebica)
25 Sulawesi Selatan Mahoni (Swietania macrophylla)
26 Sulawesi Tenggara Jati (Tectona grandis)
27 Gorontalo
  • Kenari (Canarium commune)
  • Nyatoh (Palaqium spp)
28 Maluku
  • Pala (Myristica fragrans)
  • Cengkeh (Eugenia aromatica)
  • Gandaria (Bouea macrophylla)
29 Maluku Utara Kayu Putih (Melaleuca leucadendra)
30 Papua Matoa (Pometia pinnata)

7 Manfaat Kantong Semar Untuk Kesehatan dan Petualang

Hasil gambar untuk manfaat kantong semar
Kantong semar, pasti banyak yang sudah pernah mendengar nama tanaman yang satu ini. ya, kantong semar merupakan salah satu jenis tanaman unik yang saat ini hanya bisa ditemui pada tempat – tempat khusus, seperti daerah hutan dan juga lokasi taman wisata. Kantong semar merupakan salah satu jenis tumbuhan yang masuk ke dalam golongan karnivora alias pemakan daging. Kantong semar melahap setiap serangga yang datang mendekat, dan kemudian menjadikan serangga tersebut sebagai santapannya.
kantong semarSebagai salah satu tanaman di daerah tropis, kantong semar bisa kita temui pada berbagai Negara yang masuk ke dalam iklim tropical, seperti Indonesia, China, Malaysia, Daerah – daerah di benua Afrika, India dan juga Australia. Di Indonesia sendiri, kantong semar memiliki spesias terbanyak di daerah Kalimantan dan juga Sumatra. Kantong semar merupakan salah satu tanaman yang dapat tumbuh dengan tinggi mencapati 15 hingga 20 meter, dan menempel pada batang – batang pohon. Kantong semar akan menarik mangsanya, dan kemudian akan melahap mangsanya, seperti serangga, bahkan kodok, untuk kemudian dicena.
Ternyata, tanaman kantong semar atau yang sering dikenal sebagai tropical pitcher plant dalam bahasa Inggris ini memiliki banyak manfaat juga bagi manusia. Apa saja manfaat dari tanaman kantong semar yang termasuk ke dalam salah satu satwa langka ini? berikut ini adalah beberapa manfaat kantong semar :
  1. Sebagai tanaman hias
Manfaat pertama dari tanaman kantong semar, meskipun tidak biasa adalah sebagai salah satu tanaman hias. Ya, bentuk dari tanaman kantong semar yang unik dan juga menarik ini dapat menimbulkan kepuasan tersendiri bagi mereka yang memliharanya sebagai tanaman hias. Kantong semar dapat menambah pesona pekarangan rumah anda, karena memiliki bentuk yang sangat unik, dan juga dapat mempercantik halaman rumah anda.
Meskipun demikian, jagalah populasi kantong semar, karena tanaman kantong semar ini merupakan salah satu jenis tanaman dengan spesies yang langka, sehingga harus dijaga keberadaannya, dan tidak boleh sembarangan dalam memliharanya.
  1. Sebagai penangkap serangga
Bagi anda yang tinggal pada lokasi yang berdekatan dengan kantong semar, atau mungkin anda yang memang memlihara tanaman kantong semar ini, maka lingkungan anda akan terhindar dari serangan serangga yang mengganggu, seperti nyamuk, lalat, dan juga jenis serangga lainnya. Dengan begitu, maka anda akan merasa lebih nyaman untuk tinggal atau menetap pada lokasi tersebut, karena kantong semar bisa menjadi salah satu pembasmi nyamuk alami.
  1. Sebagai obat batuk
Manfaat lainnya dari kantong semar adalah sebagai obat batuk. Ya, kantong semar ternyata diyakini memiliki manfaat yang sangat baik untuk mengobati sakit batuk yang anda alami. Cara mengkonsumsi ata mengolah kantong semar untuk mengobati batuk pun sangatlah mudah. Yang harus anda lakukan adalah cukup mengambil cairan yang berada di dalam kantung semar tersebut, lalu kemudian minumlah cairan dari dalam tanaman kantung semar tersebut. Hal ini dapat membantu anda untuk menyembuhkan penyakit batuk yang anda alami. Meskipun demikian, apabila anda tidak memelihara tanaman kantung semar ini, mungkin cukup sulit untuk memperoleh cairan tersebut.

  1. Untuk mengganti air minum
 Hasil gambar untuk manfaat kantong semar
Bagi anda yang senang berpetualang, terutama pergi ke daerah pegunungan ataupun alam liar seperti hutan, maka tanaman kantong semar ini akan sangat bermanfaat bagi anda. apabila anda merasa haus dan juga mungkin memiliki stok air yang sedikit dan juga menipis, maka anda bisa mencoba untuk mencari tanaman kantung semar di tengah perjalanan anda. cairan yang ada pada kantong semar ternyata memiliki tingkat keasaman yang netral, sehingga sangat baik untuk diminum sebagai pengganti air minum biasa. Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya dehidrasi, sehingga anda dapat melanjutkan perjalanan anda dengan tenang.
  1. Sebagai obat sakit perut
Manfaat lainnya dari tanaman kantong semar yang mungkin bisa anda gunakan secara darurat adalah sebagai obat sakit perut. Ya, cairan dan juga akar dari tanaman kantong semar juga memiliiki manfaat yang sangat baik untuk mengobati sakit perut yang anda alami. Caian pada tanaman kantong semar dapat membantu menyembuhkan dan juga meredakan peadangan pada bagian lambung, sehingga dapat membantu mengurangi gejala sakit perut pada diri anda.
  1. Mengobati luka bakar
Selain dapat dimanfaatkan untuk pengobatan luka yang berada di dalam, seperti sakit perut dan juga obat batuk atau sakit tenggorokan, tanaman kantong semar juga memiliki manfaat yang lain yang penting bagi tubuh, dan juga bagian luar tubuh. cairan dari tanaman kantong semar dapat membantu mengobati luka bakar. Cairan tersebut bersifat mendinginkan dan juga dapat mencegah terjadinya infeksi akibat dari luka baka yang terjadi.
  1. Menyembuhkan sakit mata
Manfaat lainnya dari tanaman kantong semar yang juga baik untuk kesehatan kita adalah dapat membantu menyembuhkan sakit mata. Apabila anda mengalami sakit mata, seperti terkena iritasi dan juga terkena debu, kemudian mata anda memerah, maka cobalah untuk mengompres mata anda dengan menggunakan campuran air dan juga cairan dari tanaman kantong semar tersebut. Dengan melakukan metode tersebut, maka sakit mata anda dapat reda dan juga akan mengalami kesembuhan.
Itulah 7 manfaat penting dari kantong semar bagi kita semua. Meskipun bermanfaat, namun demikian kantong semar merupakan salah satu jenis tanaman yang tergolong langka, sehingga pelestariannya harus kita jaga. Apabila memungkinkan, kita harus bisa ikut melestarikan keberadaan dari kantong semar tersebut, karena merupakan salah satu jenis binatang karnivora yang sangat unik dan juga bermanfaat.

Bunga Bangkai

BUNGA BANGKAI



Titan-arum1web.jpg
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Alismatales
Famili: Araceae
Genus: Amorphophallus
Spesies: A. titanum
Nama binomial
Amorphophallus titanum
(Becc.) Becc. ex Arcang
Keribut atau bunga bangkai atau suweg raksasa, Amorphophallus titanum Becc., merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik dari Sumatera, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia, meskipun catatan menyebutkan bahwa kerabatnya, A. gigas (juga endemik dari Sumatera) dapat menghasilkan bunga setinggi 5m.[1] Keribut disebut juga bunga bangkai dikarenakan bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai yang membusuk, yang dimaksudkan sebenarnya untuk mengundang kumbang dan lalat untuk menyerbuki bunganya.
Keribut sering dipertukarkan dengan patma raksasa Rafflesia arnoldii. Mungkin karena kedua jenis tumbuhan ini sama-sama memiliki bunga yang berukuran raksasa, dan keduanya sama-sama mengeluarkan bau yang tak enak. Jenis-jenis Amorphophallus juga dapat dijumpai pada hutan hujan tropis di Stasiun Penelitian Hutan Tropis (SPHT) Taman Nasional Kayan Mentarang di Lalut Birai, Desa Long Alango, Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau.

Pemerian

Keribut di brosur Kebun Raya Bogor
Tumbuhan ini memiliki dua fase dalam kehidupannya yang muncul secara bergantian, fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif muncul daun dan batang semunya. Tingginya dapat mencapai 6m. Setelah beberapa waktu (tahun), organ vegetatif ini layu dan umbinya dorman. Apabila cadangan makanan di umbi mencukupi dan lingkungan mendukung, bunga majemuknya akan muncul. Apabila cadangan makanan kurang tumbuh kembali daunnya.
Bunganya sangat besar dan tinggi, berbentuk seperti lingga (sebenarnya adalah tongkol atau spadix) yang dikelilingi oleh seludang bunga yang juga berukuran besar. Bunganya berumah satu dan protogini: bunga betina reseptif terlebih dahulu, lalu diikuti masaknya bunga jantan, sebagai mekanisme untuk mencegah penyerbukan sendiri. Hingga tahun 2005, rekor bunga tertinggi di penangkaran dipegang oleh Kebun Raya Bonn, Jerman yang menghasilkan bunga setinggi 2,74 meter pada tahun 2003. Pada tanggal 20 Oktober 2005, mekar bunga dengan ketinggian 2,91 meter di Kebun Botani dan Hewan Wilhelma, Stuttgart, juga di Jerman. Namun, Kebun Raya Cibodas, Indonesia mengklaim bahwa bunga yang mekar di sana mencapai ketinggian 3,17 meter pada dini hari tanggal 11 Maret 2004 [2]. Bunga mekar untuk waktu sekitar seminggu,
Di kawasan SPHT Taman Nasional Kayan Mentarang, jenis keribut ini dapat tumbuh dengan tinggi kisaran 1,5 meter dengan lebar sekitar 50 – 70 cm. Banyak di jumpai disekitar pinggir sungai dan daerah dataran lembab. Bunga ini mekar sekitar bulan Nopember, dan yang terakhir di jumpai pada tanggal 23 Nopember 2013 (Misoniman/POLHUT TN Kayan Mentarang). Pada fase vegetatif, keribut ini muncul daun dan batang mencapai 2,5 meter dengan diameter sekitar 25 cm.

11 Ciri Ciri Bunga Rafflesia Arnoldi

Hasil gambar untuk bunga bangkai
Bunga padma raksasa (bahasa latin: raflesia arnoldi) merupakan salah satu jenis  pengelompokan tumbuhan parasit obligat yang keberadaannya sudah sangat terkenal di dunia karena memiliki ukuran bunga yang sangat besar bahkan merupakan bungan dengan ukuran terbesar di dunia saat ini. Bunga padma raksasa atau padma raksasa juga kerap kali disebut dengan nama bunga bangkai karena memunculkan aroma bau yang tidak enak sangat menyengat seperti aroma bangkai.
rafflesia arnoldi
Sejarah Penemuan Bunga Rafflesia
Sejarah penemuan bunga raflessia arnoldi berhubungan dengan zaman penjajahan belanda di Indonesia pada tahun 1818. Seorang belanda yang bernama Dr Joseph Arnold sedang mengikuti sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh Thomas Stamford Rafless di hutan tropis di daerah Bengkulu di pulau sumatera. Letak persisnya adalah di dekat sungai mana, lubuk tapi kabupaten Bengkulu. Di tempat itulah pertama kali bunga bangkai ditemukan oleh karena itu Bengkulu sampai saat ini dinamakan sebagai the lands of raflessia arnoldi. Karena yang menemukan adalah Dr Joseph Arnold dan Thomas Stamford Rafless sehingga dinamakan sebagai bunga Raflessia Arnoldi.
Bunga rafflesia arnoldi akhirnya menjadi salah satu tumbuhan endemic yang hanya ditemukan di daerah Bengkulu dan daerah sumatera sekitarnya. Tumbuhan ini tidak dapat dikembangbiakkan melainkan tumbuh secara liar di alam bebas. Saat ini taman nasional kerinci seblat merupakan balai konservasi bagi tumbuhan rafflesia arnoldi. Namun tidak jarang juga bunga nyentrik satu ini juga bisa tumbuh di tempat lain seperti di pulau jawa namun tumbuhnya pun karena tidak sengaja ditemukan oleh masyarakat bukan karena penanaman yang dilakukan secara sengaja. Saat ini karena merupakan tumbuhan endemic dan tidak bisa dibudidayakan, bunga rafflesia arnoldi sudah mendapatkan status terancam punah. Status yang disematkan ini juga dikarenakan oleh penggundulan hutan yang dilakukan oleh manusia padahal hutan ini merupakan habitat asli tumbuhan bunga raflessia arnoldi.
Karakteristik bunga rafflesia arnoldi
Bunga raflessia arnoldi termasuk dalam kerjaan sejenis dengan tumbuhan kingdom plantae, divisi mognoliophyta, kelas magnoliopsida, ordo raflesiaes, family raflesiaceae, genus rafflesia dan spesies R. arnoldi. Bunga raflessia arnoldi merupakan tumbuhan liana yang tidak memiliki daun telinga sehingga dirinya tidak mampu melakukan proses fotosintesis. Oleh karena itu warna bunga rafflesia arnoldi tidak hijau.


Berikut adalah ciri ciri bunga rafflesia :
  1. Bunga rafflesia arnoldi merupakan salah satu tumbuhan parasit yang tidak berakar, tidak berdaun dan tidak berbatang. Jadi, hanya ada bunganya saja dengan ukuran yang jumbo dari dalam tanah.
  2. Ukuran bunga ini jika sedang mekar bisa berdiameter hingga 1 meter dengan beratnya bisa mencapai 11 kg.
  3. Bunga rafflesia arnoldi merupakan tumbuhan yang merambat sehingga memiliki inang, dan tumbuhan inang ini akan diserap kandungan organic dan anorganicnya sebagai sumber makanana atau bisa dikatakan bahwa bunga ini adalah parasit.
  4. Bunga ini bisa dikatakan sebagai tumbuhan hanya dibuktikan dengan satu jaringan yang merambat pada inangnya saja oleh karena itu sangat susah untuk dikembang biakkan secara sengaja oleh manusia karena tumbuhan ini memiliki cara perkembangbiakan tumbuhan tersendiri.
  5. Jumlah kelopak bunga rafflesia arnoldi berjumlah lima kelopak yang mengelilingi sebuah lubang seperti mulut gentong.
  6. Di dalam mulut gentong tersebut terdapat alat kelamin bunga bisa putik ataupun benang sari tergantung dari jenis kelaminnya apakah betina atau jantan. (baca : fungsi benang sari pada tumbuhan)
  7. Proses penyerbukan bunga ini dilakukan oleh hewan lalat karena lalat suka dengan bau busuk yang dikeluarkan oleh bunga rafflesia Hasil gambar untuk bunga bangkai
  8. Usia bunga rafflesia arnoldi sangat singkat hanya 5 hingga 7 hari saja dan setelah itu bunga akan layu dan mati. Sedangkan tidak tahu apakah bunga tersebut sudah melakukan penyerbukan atau belum.
  9. Proses pembuahan yang terjadi pada saat masa hidup bunga rafflesia arnoldi sangatlah kecil prosentasenya karena di dalam satu bunga sangat jarang yang memiliki dua jenis kelamin sekaligus. Sedangkan yang menolong untuk melakukan pembuahan, hewan lalat juga tidak pasti apakah datang ke dalam bunga atau tidak.
  10. Sampai saat ini belum ada orang yang berhasil mengembangbiakkan bunga rafflesia arnoldi secara sengaja, proses hidup bunga ini sangat tergantung dari keberadaan pohon inangnya (biasanya adalah akar dari pohon yang cukup besar). Oleh karena itu jika pohon di hutan tidak ada maka keberadaan bunga ini pun dipastikan tidak akan ditemukan.
  11. Masa pertumbuhan bunga bangkai atau rafflesia arnoldi sangatlah lama hingga mencapai 6 bulan lamanya.
Bunga rafflesia arnoldi merupakan salah satu jenis bunga langka dan memiliki bagian bagian bunga yang unik yang dilindungi keberadaannya oleh karena itu jika anda menemukan bunga ini sebaiknya menjaganya dengan cermat pada masa hidupnya yang singkat (hanya sampai 7 hari saja). bunga ini menjadi salah satu ikon untuk Indonesia terutama di daerah Bengkulu dan pulau sumatera. Jika ingin melihat bunga bangkai dengan mudah maka jangan rusak habitatnya ya.



POHON MATOA KHAS PAPUA

 MATOA Matoa ( Pometia pinnata ) adalah tanaman khas Papua, termasuk ke dalam famili Sapindaceae. Pohon matoa dapat tumbuh tinggi dan m...